Penemuan WhatsApp dan Sejarahnya

Penemuan WhatsApp dan Sejarahnya

nalet.net Di Era Globalisasi ini banyak sekali Aplikasi Sosial Media/Komunikasi yang di keluarkan oleh perusahaan-perusahaan. Berkomunikasi tidak hanya dilakukan dengan menggunakan Telepon atau Hp saja Tapi Bisa juga dilakukan dengan menggunakan Aplisa-Aplikasi, salah satunya adalah Aplikasi WhatsApp, Tau gak sih, Penemu Aplikasi WhatssApp itu Siapa?. Simak Penjelasan Berikut Ini.

Pengertian WhatsApp

WhatsApp adalah aplikasi pesan untuk smartphone dengan basic mirip BlackBerry Messenger. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain. Aplikasi WhatsApp Messenger menggunakan koneksi 3G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain.

 

Penemuan dan Sejarah WhatsApp

Percaya atau tidak perjuangan yang berat harus dilalui oleh Penemu Aplikasi WhatsApp yaitu Jan Koum dimana pada saat sebelum ia menjadi milyarder ia merupakan seorang gelandangan namun namanya melesat menjadi milyarder baru ketika aplikasi buatannya yang bernama Whatsapp dibeli oleh facebook dengan harga yang sangat fenomenal yaitu 16 Milyar dollar AS. Ia hidup serba susah dengan hanya mengandalkan subsidi dan jatah makan yang ia terima dari pemerintah setempat bersama warga Amerika lainnya yang sama dengannya tiap hari ia harus mengantri untuk mendapatkan jatahn makan gratis, tempat tidurnya terkadang beralaskan tanah dan beratapkan langit bukan di apartemen seperti orang Amerika kebanyakan, hal tersebut sudah merupakan hal yang biasa dilalui oleh Jan Koum.

 

Dengan bekerja sebagai tukang bersih-bersih atau sebagai cleaning service di sebuah supermarket sudah cukup bagi Jan Koum saat itu untuk menyambung hidup dan memiliki penghasilan yang mungkin cukup baginya namun juga pas-pasan.  Jan Koum yang merupakan penemu aplikasi WhatsApp merupakan orang yang pantang menyerah ketika kesulitan datang menghapirinya, ibunya ketika itu di diagnosa terkena penyakit kanker. Ia kemudian bertekad untuk melanjutkan kuliahnya di San Jose University sambil mencari penghasilan tambahan yang mungkin cukup baginya untuk menyambung hidup serta biaya kuliahnya. Ketika kuliah di San Jose University, ia amat menyukai belajar programming ketika itu ia berada dalam jalur drop out dari kampusnya. Ia belajar programming secara otodidak dimana programming merupakan passion dirinya.

 

Meskipun berstatus drop out dari kampusnya dan tanpa berbekal ijazah, ia kemudian bertekad dan nekad melamar kerja di Yahoo, kemampuan Jan Koum dalam hal programming makin hari semakin baik. Dan ternyata nasib baik kemudian menaunginya, Yahoo menerima ia menjadi karyawannya, posisi Jan Koum waktu itu sebagai engineer di Yahoo. Selama 10 tahun ia berkerja disana, dan ia juga berkembang pesat disana karena passionnya sesuai dengan bidang perkerjaanya. Ia kemudian bertemu dengan Brian Acton (salah satu pendiri whatsapp) yang kemudian kelak menjadi partner atau kawannya dalam membuat aplikasi Whatsapp.

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan